Sejarah Penemuan Kanker Prostat

Ahli anatomi dari Venesia yang bernama Niccolò Massa pada tahun 1536 menjelaskan tentang prostat untuk pertama kalinya dan kemudian hal tersebut diilustrasikan lebih lanjut pada tahun 1538 oleh seorang ahli anatomi yang bernama Andreas Vesalius.

Namun, kanker prostat itu sendiri baru diidentifikasi pada tahun 1853 dan pada awalnya penyakit ini dianggap sebagai sesuatu yang sangat aneh karena jarang ditemui. Pada saat itu para pasien penderita kanker prostat tidak memiliki harapan hidup yang tinggi setelah terserang penyakit ini. Hal itu juga diakibatkan minimnya alat yang bisa mendeteksi penyakit ini sedini mungkin.

Dalam sejarah kanker prostat, hal pertama yang bisa dilakukan tim dokter terhadap penyakit ini adalah hanya melakukan operasi meniadakan obstruksi kemih. Baru pada awal 90an, tepatnya tahun 1904, Hugh H. Young dariJohnsHopkinsHospitalbisa melakukan penghapusan dari seluruh kelenjar (prostatektomi radikal perineum).

Sebenarnya, para dokter tercatat sudah pernah melakukan operasi pemindahan testis ( orchiectomy) pada tahun 1890 an yang bertujuan untuk mengobati kanker prostat namun tingkat keberhasilannya sangat terbatas.

Pada rentang abad 20, para ahli mulai berani melakukan reseksi transurethral dari prostat yang kemudian diganti dengan prostatektomi radikal untuk meminimalisir gejala-gejala obstruksi pada penyakit ini. Hal ini dilakukan untuk bisa mempertahankan fungsi alat kelamin.

Catatan sejarah kanker prostat kemudian bertambah dengan adanya Prostatektomi radikal retropubik yang diperkenalkan dan dipopulerkan oleh Patrick Walsh pada tahun 1983. Praktek  bedah ini memungkinkan adanya pemindahan prostat beserta kelenjar dengan tetap memperhatikan fungsi alat kelamin.

Pada tahun 1941, penelitian Charles B. Huggins di mana ia memakai hormon estrogen untuk melawan hormon testosteron pada pria penderita kanker prostat metastatic dianggap sebagai hal luar biasa dalam studi ini. Ini penemuan “pengebirian kimiawi” yang memberi Huggins Penghargaan Nobel untuk bidang Kedokteran atau Fisiologis tahun 1966.

Peran hormon gonadotropin-releasing (GnRH) dalam reproduksi diperkenalkan oleh Andrzej W. Schally dan Roger Guillemin, sehingga keduanya memenangkan Penghargaan Nobel untuk bidang yang sama pada tahun 1977. Agonis reseptor seperti GnRH, seperti leuprolid dan goserelin, menjadi obat untuk kanker prostat.

Pada awal abad 20 mulai dikembangkan terapi radiasi berupa penanaman radium intraprostatic. Radioterapi berkas eksternal [X-ray] merupakan sumber radiasi yang ada pada pertengahan abad ke-20 sedang Brachytherapy menggunakan  biji yang diimplan baru dipakai pada tahun 1983.

Sedangkan kemoterapi sistemik pertama kali muncul dan dipelajari pada tahun 1970. Beberapa Regimen seperti siklofosfamid dan 5-fluorouracil kemudian digunakan dengan rejimen yang lain dan digabung dengan sejumlah obat kemoterapi sistemik lainnya untuk menemukan penyebab dan juga terapi untuk menghilangkan kanker prostat.

Pada awal tahun 2000 sampai saat ini, serangkaian penelitian yang diterbitkan di Science membuktikan adanya keterlibatan yang menyebabkan kanker mutasi dalam sel prostat: Akt, ERG, dan AR ke dalam sampel terisolasi dari sel-sel basal dan luminal dan dicangkokkan jaringan diperlakukan ke tikus. Penelitian inimenjadi awal dari penelitian-penelitian yang lebih mutakhir dalam sejarah kanker prostat.

This entry was posted in Pencegahan Kanker, Penyebab Kanker Prostat and tagged , . Bookmark the permalink.